Thursday, April 26, 2007

KISAH PENDO'A

Disadur dari berbagai sumber

PENDO'A

Ketika kumohon pada Allah : KEKUATAN Allah memberiku KESULITAN agar aku menjadi KUAT

Ketika kumohon pada Allah : KEBIJAKSANAAN Allah memberiku MASALAH untuk DIPECAHKAN

Ketika kumohon pada Allah : KESEJAHTERAAN Allah memberiku AKAL untuk BERPIKIR

Ketika kumohon pada Allah : KEBERANIAN Allah memberiku KONDISI BAHAYA untuk KUATASI

Ketika kumohon pada Allah : CINTA Allah memberiku ORANG-ORANG BERMASALAH untuk KUTOLONG

Aku Tak Pernah Menerima Apa Yang Kupinta Tapi Aku Menerima Segala Yang Kubutuhkan Do'a Aku Terjawab Sudah . . .

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)–ku dan hendaklah mereka beriman kapada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran" (Al-Baqarah 186)

Wassalam

Friday, March 30, 2007

Baju Khalifah

Disadur dari berbagai sumber

Pada suatu hari Khalifah Umar bin Abdil Aziz naik ke atas mimbar, lalu berpidato di hadapan orang banyak. Ditengah pidatonya itu, orang-orang yang duduk di dekat mimbar teratarik kepada perbuatan khalifah yang sebentar-sebentar memegangi bajunya lalu menggerak-gerakkannya, sehingga orang-orang yang hadir di situ tertarik untuk bertanya,”Kenapakah Khalifah menggerak-gerakkan bajunya di tengah pidatonya”.

Setelah selasai dari pidatonya, menjadi jelaslah, bahwa beliau itu hendak mengeringkan bajunya. Agaknya, baju beliau itu baru saja di cuci. Namun, oleh karena beliau tidak memiliki baju lainnya, maka terpaksa baju yang baru dicucinya itu dia pakai, sekalipun belum kering.

Subahanallah, alangkah sangat jauhnya perbedaan kehidupan para pemimpin-pemimpin sekarang ini yang lebih suka memamerkan kebesaran dan keagungannya dengan memakai pakaian-pakaian kebesarannya.

Kekuasaan atau jabatan hanyalah sebagai amanah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada kita, agar kita menjadi contoh untuk hidup sederhana dan dapat memanfaat & menggunakannya untuk hal yang baik dan diridhoi oleh Allah SWT, agar kita menjadi Khalifah yang amanah.

Wassalam

Tuesday, March 27, 2007

Hasil Usaha

Disadur dari berbagai sumber

Ali bin Abi Hamzah al-Bathaini berjalan melewati imam al-Kazhim, yang sedang bekerja keras di ladangnya dan mempersiapkannya untuk ditanami, dengan penuh semangat. Keringat mengucur dari tubuhnya, sehingga Ali bin Abi Hamzah al-Bathaini tertarik untuk bertanya kepadanya. “Biarkan aku menjadi penggantimu. Kemanakah orang-orangmu? Kenapakah tidak engkau serahkan pekerjaan ini kepada orang lain?”

“Kenapakah harus aku serahkan pekerjaan ini kepada orang lain, hai Ali? Bila aku melakukan pekerjaan ini dengan tanganku sendiri, maka telah ada orang yang lebih baik dariku, dan daripada ayahku, yang bekerja dengan tangannya sendiri”.

“Siapa?”

“Rasulullah SAW dan Amirul Mukminin, dan bapak-bapak ku, seluruhnya telah bekerja dengan tangan mereka. Bekerja adalah profesi dari semua para Nabi dan para utusan Allah, para pengemban wasiat dan orang-orang yang saleh”.

Wassalam

Friday, March 23, 2007

Kata Rasulullah tentang Subuh

Disadur Dari Berbagai Sumber

Keutamaan Shalat Shubuh :

1.Pahala shalat malam satu malam penuh. Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata; Rasulullah SAW bersabda,''Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.'' Hadits riwayat Muslim.

2. Sumber cahaya di hari kiamat. Shalat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan "digulung". Ibadahlah yang akan menerangi pelakunya.

3. Surga yang dijanjikan. Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy'ari ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda: ''Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.'' (HR Al Bukhari). Dua waktu yang dingin itu adalah shalat Subuh dan shalat ashar.

4. Melihat Allah. Mereka yang menjaga shalat Subuh dan ashar, dijanjikan kelak di surga akan melihat Allah SWT. Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah ra artinya: ''Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ''Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.'' (HR Al Bukhari dan Muslim).

5. Berada di bawah lindungan Allah SWT. Rasulullah SAW memberi janji, bila shalat Subuh dikerjakan, maka Allah akan melindungi siapa pun yang mengerjakannya seharian penuh. Hadits yang diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan Rasulullah SAW bersabda: ''Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barangsiapa yang membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka. (HR Muslim, At-Tirmizi dan Ibnu Majah) .

Wassalam

Monday, March 12, 2007

Tali Sepatu

Disadur dari berbagai sumber

Imam Ja’far as-Shadiq pada suatu hari pergi bersama dengan beberapa orang sahabatnya kepada salah seorang kerabatnya, untuk sekedar memberinya hiburan ketika dia berjalan bersama sahabat-sahabatnya itu, tiba-tiba tali sepatunya putus.

Kemudian sepatunya dicopot dan dijinjing, lalu berjalan tanpa sepatu. Ketika hal itu diketahui oleh Ibnu Abi Ya’fur, salah seorang sahabatnya yang terkemuka, maka dia mencopot tali sepatunya dan dia berikan kepada al-imam supaya berjalan bersepatu.

Namun, ternyata al-imam menolak, dan tidak suka, terhadap apa yang dilakukan oleh Ibnu Abi Ya’fur itu, lalu berkata : "Sesungguhnya orang yang ditimpa musibah lebih patut menerimanya dengan sabar."

Wassalam

Monday, February 26, 2007

Untuk di Renungkan Jari Tangan Kita

Disadur dari berbagai sumber

Di antara ni'mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan yang sangat besar manfaat kegunaannya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Selain untuk mengambil, meletakkan atau membawa sesuatu bersama telapak tangan jari jemari dapat mengepal, memijit, menggosok, memukul, menonjok, menjitak, memilin, memelintir, meremas, membelai, menusuk, mencengkeram, dan lain-lain.

Jari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas (kecuali jempol = 3 ruas) sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.

Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ? (catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:

jari kelingking = ada 4 ruas

jari manis = ada 4 ruas

jari tengah = ada 4 ruas

jari telunjuk = ada 4 ruas

jari jempol (ibu jari) = ada 3 ruas

------------------------------------------------ +

( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas

Firman Allah : "Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna".(QS. 75. Al Qiyamah:4)

Mukjizat Allah, tanda 99 (Asmaul Husna) pada telapak tangan anda lihatlah garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat gambar), bertuliskan dalam angka Arab yaitu :

l/\ pada telapak tangan kanan, artinya = 18

/\l pada telapak tangan kiri, artinya = 81

Pada kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran ! SUBHANALAH ALLAHU AKBAR

Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, menjadi = 1881

Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ( 19 x 99 = 1881 )

Sedangkan kita ketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.

Ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama Allah,Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri).

Perhatikan lagi dengan seksama:

- Jari kelingking = membentuk huruf ALIF

- Jari manis, jari tengah, & jari telunjuk = membentuk huruf LAM (double)

- Jari jempol (ibu jari)= membentuk huruf HA'

Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Maka benarlah firman Allah SWT :

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS. Fushshilat 41:53)

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36. Yaasin:65)

Wassalam

Friday, February 23, 2007

Pengangkat Beban

Disadur dari berbagai sumber

Pada suatu hari Rasulullah SAW, lewat dan menyaksikan sekelompok orang yang sedang mengangkat batu-batuan. Rasulullah SAW bertanya kepada mereka :”Sedang apa kalian?”. Jawab mereka :”Kami sedang menguji siapakah diantara kami yang paling kuat.”

Rasulullah SAW bertanya pula :”Maukah kalian kuberi tahu siapa di antara kalian yang terkuat?” Tentu saja ya Rasulullah,” jawab mereka. Yang terkuat diantara kamu ialah orang-orang yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

- Apabila sedang suka, rasa sukanya tidak sampai menjerumuskan dirinya ke dalam dosa dan kebatilan.

- Apabila sedang benci, rasa bencinya tidak sampai menyeretnya keluar dari kebenaran.

- Apabila sedang berkuasa, tidaklah mau mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-orang yang lemah

Wassalam

Wednesday, February 07, 2007

Salawat Atas Rasulullah SAW

Disadur dari berbagai sumber

Rasullullah S.A.W. telah bersabda bahawa, "Malaikat Jibrail A.S, Mikail A.S., Israfil A.S. dan Izrail A.S. telah berkata kepadaKu."

Berkata Jibrail A.S.: "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca Selawat keatasmu tiap tiap hari sebanyak sepuluh kali (10x), maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi Titian Siratul Mustaqiim seperti kilat menyambar."

Berkata pula Mikail A.S.: "Mereka yang Berselawat keatas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."

Berkata pula Israfil A.S.:"Mereka yang Berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T. Dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T. mengampuni orang itu."

Malaikat Izrail A.S pula berkata.: "Bagi mereka yang Berselawat keatasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh Para Nabi-Nabi."

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberi jaminan masing-masing untuk orang-orang yang Berselawat keatas Rasulullah S.A.W.

Dengan kisah yang dikemukan ini, diharap pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk Berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W.

Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah S.W.T., Rasul dan Para Malaikat. Insya Allah.

Wassalam

Tuesday, January 30, 2007

Sedekah - 4

Disadur dari berbagai sumber

Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda : "Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya" (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).

Berikut contoh konkrit, sadaqah (amal) jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sadaqah telah wafat :

SADAQAH JARIAH KEBAIKAN YANG TAK BERAKHIR

- Berikan Al-Quran pada seseorang, setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan.

- Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, anda mendapatkan kebaikan.

- Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan.

- Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau hewan berlindung dibawahnya atau makan buahnya, anda dapat kebaikan.

- Tempatkan pendingin air di tempat umum.

- Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang.

- Libatkan diri dalam pembangunan mesjid.

- Berbagi CD Quran atau Do'a.

- Bantulah pendidikan seorang anak.

- Bagikan pengetahuan ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat.

Wassalam

Friday, January 26, 2007

Sedekah - 3

Disadur dari berbagai sumber

Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, sbb :

- "Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah".

- "Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah".

- "Obatilah penyakitmu dengan sedekah".

Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,

Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ??? Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis / pengamen/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.

Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.

Wassalam

Monday, December 18, 2006

Sedekah - 2

Disadur dari berbagai sumber

Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah. Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang bersedekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan diganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :

Allah SWT berfirman, "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah". (Qs. Al Lail :92 : 5-8)

Allah SWT berfirman, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui". (Qs. Al Baqarah:2: 261)

Rasulullah SAW bersabda, "Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru,"Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah". Yang satu lagi menyeru "musnahkanlah orang yang menahan hartanya".

Wassalam

Friday, December 15, 2006

Sedekah - 1

Disadur dari berbagai sumber

Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb : Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.

Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ? " Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat bertanya lagi "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ? " Allah yang Maha Suci menjawab, "Ada, yaitu api" (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api).

Para malaikat kembali bertanya "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ? " Allah yang Maha Agung menjawab, "Ada, yaitu air" (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air).

Para malaikatpun bertanya kembali "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?" Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi "Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ? " Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya".

Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : "Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya".

Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

Wassalam

Friday, November 17, 2006

A I R

Disadur dari berbagai sumber

Materi yang paling banyak diciptakan oleh Allah di dunia ini untuk digunakan manusia adalah Air, dimana menyimpan berbagai misteri di dalamnya.

Firman Allah bahwa Dia telah menciptakan suatu yang hidup dari air "Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup" (QS Al-Anbiya : 30)

Seorang ilmuan Jepang bernama Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama tergerak untuk melakukan penelitian tentang misteri yang terdapat di dalam air. Beliau ingin tahu apakah sebenarnya air dapat berkomunikasi dengan makhluk lain, dan apakah air mampu berperilaku seperti manusia dan mempunyai perasaan?.Maka ilmuan tersebut melakukan penelitian tentang perilaku air.

Dari hasil penelitian tersebut maka diperolah suatu kesimpulan :

- Air memberikan respon terhadap bacaan

- Air memberikan respon terhadap harapan

- Air memberikan respon terhadap bacaan dan tulisan

- Air memberikan respon terhadap musik

Dapat dilihat hasil pengamatan molekul air pada laboratorium dengan menggunakan mikroskop electron dan kamera kecepatan tinggi kemudian difoto, seperti gambar berikut ini:

Disuatu riwayat Rasulullah SAW pernah membacakan doa pada segelas air putih untuk lalu diminumkan pada orang sakit. Hal ini menunjukan sejak dahulu kala sebelum adanya penemuan Dr. Masaru Emoto, Islam telah memperlihatkan bahwa air dapat berkomunikasi dengan manusia.

Jadi benarlah apa yang dikatakan Rasulullah SAW "Air zamzam akan melaksanakan pesan dari niat yang meminumnya".

Jika kita minum dengan niat supaya sembuh dari sakit maka kita akan sembuh, jika kita minum dengan niat agar kenyang maka akan menjadi kenyang.

Ummat Islam merupakan agama yang paling dekat dengan air, baik itu pada waktu berwudhu, mandi wajib atau pun pada saat mandikan jenazah. Nah kita sebagai ummat Islam apakah kita sudah menggunakan air itu dengan sebenarnya ?? oleh karena itu sudah sepantasnyalah keimanan kita harus semakin kuat akibat fenomena tersebut yang telah dibuktikan oleh AlQuran. Subahanallah.

Wassalam

Monday, November 13, 2006

Dialog Imam al-Ghazali dengan Muridnya

Disadur dari http://www.hidayatullah.com

Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau bertanya beberapa hal, yaitu :

Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. " Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)

Pertanyaan kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah "MASA LALU." Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (QS. Al- a'araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?". Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah 'meninggalkan SHALAT'. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.

Pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah "lidah MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Wassalam

Tuesday, October 10, 2006

Amarah = Merasa

Rasa amarah pada umumnya dimiliki oleh hampir setiap mahkluk hidup, baik itu manusia, binatang bahkan alam sekalipun.

Kalau marahnya alam kepada manusia biasanya dengan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi atau tsunami.

Sedangkan marahnya binatang kepada manusia bisa dengan cara menerkam, mencakar, menyeruduk atau menendang.

Kalau manusia marah dengan manusia, lain lagi caranya ada dengan diam, memaki, memukul atau melampiaskan kemarahannya kepada object yang lain.

Tetapi yang membuat manusia marah pada umumnya karena :

"Merasa tertipu"

"Merasa dibohongi"

"Merasa di hina"

"Merasa disakiti"

"Merasa dipermainkan" dan terus selalu merasa, merasa, merasa, . . .

Akibat dari marah tersebut organ-organ kita mungkin ada yang putus dan pikiran serta hati kita menjadi tidak nyaman.

"AMARAH" sumber penyebabnya berasal dari kata "MERASA", yah kalau kata "MERASA" ini kita menggantinya dengan kata "TIDAK" maka:

"Tidak tertipu"

"Tidak dibohongi"

"Tidak di hina"

"Tidak disakiti"

"Tidak dipermainkan" . . .

Dan Insya Allah kita tidak akan menjadi manusia pemarah.

"Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. " (QS : Asy Syuura : 37)

Wassalam.

Friday, September 29, 2006

Ali bin Abi Thalib R.A dengan Orang Nasrani

Disadur Dari Buku : “Cerita Bijak Orang-Orang Saleh” Oleh : Syahid Murtadha Muthahhari

Imam Ali sangat terkenal sebagai seorang Khalifah yang adil. Ia tak mau menang sendiri terhadap rakyatnya dalam persoalan apa pun. Setiap urusan selalu diupayakan untuk diselesaikan melalui jalur hukum, sesuai dengan aturan permainan sebenarnya.

Di antara fakta yang membuktikan keadilannya itu ialah, ketika terjadi persengketaan tentang baju besi. Seorang Nasrani, yakni rakyat biasa bukan orang berpangkat. Kemudian beliau adukan perkaranya kepada hakim, bernama Syuraih supaya disidangkan.

Persidangan dimulai. Mula-mula Imam Ali berkata : “baju besi ini adalah milikku. Aku tak pernah menjualnya ataupun memberikannya kepada siapa pun.”

Hakim minta keterangan dari pihak tertuduh :”Bagaimana sikapmu atas tuduhan Amirul Mukminim tadi ? Ia menjawab :”Baju besi ini adalah milikku sendiri. Apa yang diutarakan olehnya adalah bohong belaka.”

Kembali hakim mengajukan pertanyaan kepada Ali :”adakah bukti nyata atau saksi mata yang menguatkan tuduhanmu?”. Ia pun tertawa sambil berkata :”Benarlah Syuraih, aku memang tak punya bukti.”

Karena tak punya bukti, maka Syuraih menjatuhkan vonis, bahwa baju besi adalah hak si tertuduh. Seusai sidang si nasrani pulang dengan membawa baju besinya, sedangkan Ali hanya memandang kepadanya. Namun baru beberapa langkah, si nasrani itu kembali lagi lalu berkata “Saya bersaksi bahwa hal semacam ini, adalah akhlak para nabi.. Seorang khalifah membawaku ke majelis hakim untuk menyelesaikan perkara.” Selanjutnya ia mengaku “Demi Allah, sebenarnya ini adalah baju besimu wahai Amirul Mukminin, saya telah berbohong dalam persidangan tadi.”

Setelah peristiwa itu orang menyaksikan laki-laki itu menjadi seorang laskar yang paling tangguh dan pahlawan paling pemberani dalam perperangan membela Ali melawan kaum khawarij di Nahrawan.

Wassalam

Wednesday, September 27, 2006

Rezeki

Semenjak manusia di lahirkan di muka bumi ini sudah diberikan rezeki oleh Allah baik secara langsung maupun tak langsung, karena manusia itu sudah ditentukan rezekinya masing-masing, untuk itu dibutuhkan cara dan ilmunya untuk mendapatkan rezeki tersebut.

Seekor cecak yang hidupnya kebanyakan di dinding dimana makanannya yaitu seekor nyamuk yang berterbangan tetapi toh tetap juga dapat memperoleh makanannya tersebut dan tidak juga melakukan demo kepada Allah untuk memprotes kenapa makanannya harus berterbangan apakah Allah tidak salah dalam mencipta ?. Andaikata cecak seperti manusia mungkin sudah lama mengeluh dan memprotes, kenapa untuk memperoleh rezeki tersebut begitu susahnya ?.

Memperoleh atau mendapatkan rezeki itu bermacam cara, ada dengan cara halal atau dengan cara tidak halal, tetapi untuk mahluk yang bernama binatang mendapatkan rezekinya tidak membedakan antara halal dan haram karena tidak memiliki akal pikiran seperti manusia. Dan itulah yang membedakan antara manusia dan binatang.

Kita sebagai manusia sering terlalu banyak mengeluh dan kadang sudah berprasangka buruk kepada Allah, naudzubillah min dzalid. Karena kita sudah merasa bekerja keras dan banting tulang tetapi rezeki tak kunjung datang. Nah inilah salah satu celah yang mudah dimasuki dan dibisikkan oleh syaitan sehingga kita sebagai manusia baik secara sadar maupun tak sadar melakukan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasulnya.

Untuk itu marilah kita merenungkan bahwa untuk kehidupan duniawi jangan selalu memandang keatas yang lebih dari kita tetapi selalulah memandang kebawah yang masih lebih banyak dibawah kita, dengan begitu kita akan selalu mempunyai rasa syukur kepada Allah walaupun itu sedikit yang penting memiliki berkah dan ridhoi oleh Allah.

"Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Surah : Saba - 39 )

Wassalam.

Friday, September 22, 2006

Rasulullah dan Si Kaya

Disadur Dari Buku : "Cerita Bijak Orang-Orang Saleh" Oleh : Syahid Murtadha Muthahhari

Ketika Rasulullah sedang duduk-duduk bersama sahabatnya, datanglah kepada beliau seorang miskin yang tak berpakaian. Disamping Rasulullah duduklah seorang kaya. Begitu melihat kedatangan si miskin, serta merta orang kaya itu melipatkan ujung pakaiannya yang menjulur. Ia tak merasa bahwa Rasulullah memperhatikan gerak-geriknya.

Demi melihat gerak-gerik yang kurang sedap dalam pandangan Rasulullah, maka beliau pun bertanya kepada si kaya : "Engkau melipat pakaianmu. Apakah karena takut tersentuh oleh si fakir yang baru dating itu?" "Tidak, "jawabnya. "Apakah kau khawatir kalau-kalau hartamu akan terambil sebagian untuknya?" Tanya Rasulullah."Tidak" "Lantas apa yang menyebabkan kamu berbuat seperti itu?" "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mempunyai teman syaitan. Ia selalu menghias barang yang jelek, sehingga tampak baik di hadapanku, sedangkan hal-hal yang baik dijelek-jelekkan di depan mataku. Saya mengaku kesalahan saya, dan saya bersedia menebus kesalahan yang saya lakukan di hadapan orang miskin itu, dengan memberikanseparuh kekayaan saya kepadanya." Kemudian Rasulullah pun bertanya kepada si miskin:"Apakah engkau bersedia menerimanya?" "Tidak," jawabnya

Si kaya heran mendengar jawabannya, lalu ia bertanya:"Mengapa?". Saya tidak ingin ditemani syaitan seperti dia telah menemanimu.

Wassalam

Tuesday, September 19, 2006

Menjadi Manager yang Sebenarnya

Maju tidaknya suata perusahaan tergantung dari pada manager-manager yang ada diperusahaan itu, jika seorang Manager sudah tidak bisa memimpin dengan baik lagi cirinya para bawahannya tidak akan mau lagi mendengar dan mengikutinya. Para bawahan mencontoh pemimpinnya, oleh karena itu kualitas seorang bawahan tergantung dari kualitas dari Manager yang memimpin.

Kekuatan terbesar seorang Manager bukan dari luasnya kekuasaannya dan kecerdasannya semata, tetapi bagaimana cara ia me-manage dengan baik yang bersumber dari kekuatan pribadi yang dimilikinya. Maka jika ingin menjadi seorang Manager yang baik atau yang hebat, jangan pikirkan orang lain tapi pikirkan diri sendiri dulu sebab tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Suatu bangunan kuat, indah dan kokoh karena ada faktor pondasinya.

Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri maka hanya menjadi angan-angan belaka atau omong kosong saja. salah Satu lagu Ebit G. Ade yang salah satu liriknya mengatakan “kita harus banyak bercermin”, agar kita selalu senantiasa bercermin dan mengatakan “Ada Apa dengan Saya. ?”

Untuk menjadi manager bagi diri kita bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, dibutuhkan disiplin diri, perencanaan dan kesempatan untuk menyelesaikannya, tetapi menjadi manager bagi sebuah komunitas yang lebih luas akan sangat berbeda dan jauh lebih sulit lagi. Hal tersebut harus diawali dengan pemahaman yang lebih baik atas sifat dasar manusia.

Seorang Manager tidak terlahirkan begitu saja, melainkan melalui suatu proses. Ada manusia yang memiliki kemauan yang besar untuk menjadi seorang Manager tetapi belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu.

Jadi jika ingin menyelamatkan orang lain harus terlebih dahulu menyelamatkan diri dulu agar mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan orang lain, karena bagaimana mungkin menyelamatkan orang lain kalau diri sendiri tidak selamat. Apa artinya di kantor “sukses” kalau untuk mengurus diri sendiri saja masih tidak becus, untuk itu mari coba merubah yang kecil-kecil dulu.

"Barang siapa yang hari ini sama saja dengan hari kemarin maka cilakahlah dia dan jika hari ini lebih buruk dari kemarin terkutuklah dia, beruntunglah bila hari ini lebih baik dari kemarin." (HR Bukhari)

Wassalam

Friday, September 15, 2006

Rasulullah Tak Ingin Diistimewakan

Disadur Dari Buku : "Cerita Bijak Orang-Orang Saleh", Oleh : Syahid Murtadha Muthahhari

Dalam suatu perjalanan, Rasulullah telah bersepakat dengan para sahabat untuk memotong seekor domba buat jamuan makan malam.

Salah satu seorang di antara mereka berkata :"Akulah yang menyembelihnya". Yang lain berkata pula :"Bagianku adalah memasak". Demikianlah, masing-masing ingin ikut andil tenaga dalam rangka menghidangkan makanan itu.

Rasulullah pun tak tinggal diam, beliau berkata :"Adapun tugasku adalah mengumpulkan kayu baker".

Para sahabat menyahut serempak :"jumlah kami cukup banyak untuk mengerjakan semua urusan, wahai Rasulullah".

Beliau segera menjawab pula:"Aku pun tahu hal itu. Namu, aku tidak senang mengistimewakan diriku atas kalian. Sesungguhnya Allah membenci hamba-Nya yang mengistimewakan diri terhadap saudara-saudaranya".

Kemudian Rasulullah pun mengumpulkan kayu dan membawa dengan tangannya sendiri.

Wassalam